Busyro Muqoddas Dorong Pers Investigasi Dampak Industri Nikel

Busyro Muqoddas Dorong Pers Investigasi Dampak Industri Nikel

JAKARTA - Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi, Busyro Muqoddas, mendorong insan pers melakukan investigasi profesional terhadap dampak industri nikel bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemberitaan yang jernih dan berbasis fakta agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai persoalan di balik aktivitas industri ekstraktif.

Pesan tersebut disampaikan Busyro dalam sambutan pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hall Dewan Pers, Jakarta, pada 14–15 Oktober 2026.

“Dampak dari kerok nikel ini luar biasa,” ujar Busyro. Ia menyoroti berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari kerusakan alam hingga pengaruh industri nikel terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Busyro meminta wartawan mengkaji persoalan tersebut melalui penelitian dan investigasi yang profesional, kemudian menyampaikan hasilnya kepada masyarakat secara jernih.

“Untuk betul-betul dikaji, diteliti dengan investigasi yang profesional, dilaporkan. Nah, kemudian disajikan kepada masyarakat, pemberitaan yang jernih,” tuturnya.

Menurut Busyro, masyarakat membutuhkan informasi yang akurat dan menyeluruh untuk memahami persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan mereka. Karena itu, investigasi jurnalistik tidak cukup berhenti pada pelaporan peristiwa, tetapi juga perlu menelusuri fakta, menguji informasi, dan mengungkap persoalan secara mendalam.

Dorongan tersebut menjadi pengingat bagi insan pers untuk menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab, terutama dalam mengangkat isu lingkungan serta dampak aktivitas industri terhadap masyarakat. Pemberitaan yang berbasis fakta diharapkan dapat membantu publik memahami persoalan sekaligus memenuhi hak masyarakat atas informasi. (*)