Dewan Pers Anugerahkan Kartu Wartawan Utama Khusus Kepada Haedar Nashir
JAKARTA – Dewan Pers menganugerahkan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam acara yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (13/8/2026).
Kartu Wartawan Utama Khusus tersebut diterbitkan Dewan Pers setelah mendapat persetujuan rapat pleno Dewan Pers pada Maret 2026.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas konsistensi Haedar dalam menjaga tradisi menulis dan menyebarkan gagasan melalui media sejak masih menjadi mahasiswa pada 1982 hingga saat ini.
Dalam kesempatan itu, Komaruddin juga menyoroti tantangan dunia pers di era digital yang semakin kompleks. Menurutnya, banjir informasi yang terjadi saat ini telah memunculkan berbagai persoalan, mulai dari hoaks hingga disinformasi yang dapat memengaruhi cara masyarakat memahami sebuah peristiwa.
Komaruddin menegaskan bahwa informasi telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sehingga peran pers yang mengedepankan verifikasi dan akurasi menjadi semakin penting.
Ia juga mengapresiasi kontribusi organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah, yang dinilai turut berperan dalam menghadirkan informasi yang berkualitas dan mencerahkan.
"Setiap saat kita membutuhkan informasi, sama seperti kita membutuhkan udara untuk bernapas dan air untuk diminum. Karena itu, informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus melalui proses verifikasi," ujar Komaruddin.
Sementara itu, Haedar Nashir menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan Dewan Pers. Ia mengaku dunia jurnalistik telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, terutama sejak bergabung dengan Suara Muhammadiyah.
Acara tersebut juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya tradisi literasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Muchlas MT, mengatakan bahwa pers telah menjadi bagian dari gerakan intelektual Muhammadiyah sejak berdirinya organisasi tersebut.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang tersebut, PP Muhammadiyah menetapkan 13 Agustus sebagai Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah.(*)