Kekerasan Tak Surutkan Investigasi

images

Jakarta (Berita Dewan Pers) - Anggota Dewan Pers, M. Ridlo ‘Eisy, prihatin atas maraknya kekerasan terhadap wartawan akhir-akhir ini. Ia berharap peristiwa tersebut tidak membuat wartawan surut dalam melakukan liputan investigasi.
Biasanya orang melakukan kekerasan terhadap wartawan karena takut kejahatannya terungkap. “Dan wartawan ingin mengungkap kejahatan itu,” kata Ridlo saat menjadi narasumber acara dialog “Dewan Pers Kita” yang disiarkan TVRI Nasional, akhir Agustus lalu. Dialog ini dipandu Anggota Dewan Pers, Wina Armada Sukardi.

Terkait liputan investigasi, ia melihat, beberapa media di Jakarta telah melakukannya dengan baik. “Sedangkan di daerah paling banter nilainya B, antara 70 sampai 75,” ungkapnya.

Rajab Ritonga, wartawan senior dari Lembaga Kantor Berita Nasional Antara yang hadir dalam dialog berpendapat, pengetahuan tentang liputan investigasi belum cukup baik tersosialisasi kepada wartawan. Ia menganjurkan organisasi wartawan untuk terus melakukan sosialiasi mengenai aturan dalam liputan investigasi.

Dalam investigasi, lanjutnya, wartawan harus siap mendapat perlakuan terburuk. Karena itu, sebelum melakukan investigasi, wartawan perlu menyiapkan data selengkap mungkin. Kejadian kekerasan terhadap wartawan yang marak terjadi belakangan ini, sebaiknya tidak membuat wartawan surat semangatnya untuk melakukan investigasi.

Rajab menambahkan, media mempertaruhkan kredibilitasnya melalui liputan investigasi. Karena itu, investigasi yang dilakukan media utama (media mainstream) harus diberi perhatian. Di luar media utama belum tentu investigasinya dimaksudkan untuk kepentingan umum. “Kita bisa bedakan itu dari hasilnya. Harus dibedakan mana yang kredibel dan tidak,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Iskandar Hasan, menjelaskan, sampai Agustus 2010 ada 10 kasus kekerasan terhadap wartawan yang tercatat di Humas Polri. Enam kasus di antaranya telah diproses ke pengadilan dengan “membawa” tersangka pelakunya. Sedangkan sisanya masih dalam tahap penyelidikan atau penyidikan.

Iskandar menegaskan, Polri berkepentingan untuk mengungkap kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan. Sebab, wartawan identik sebagai pencari kebenaran. “Kita lindungi orang yang mencari kebenaran,” katanya.

By Administrator| 05 Oktober 2010 | berita |