"Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, di bentuk Dewan Pers yang independen."
(Pasal 15 UU No.40/1999 tentang Pers)

Kasus Kekerasan terhadap Wartawan di Merauke



Rabu, 08 Desember 2010

flyer4_full.gif

Kekerasan terhadap wartawan terjadi lagi. Terkait dengan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Merauke, beberapa wartawan lokal mendapatkan teror dan ancaman pembunuhan melalui sms dan surat. Seorang wartawan dari media lokal bahkan telah ditemukan meninggal dunia.

Berbagai pihak menduga, kematian ini terkait dengan berita tentang Pilkada yang ditulis wartawan tersebut. Di Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam, seorang wartawan juga mendapatkan teror akibat berita yang ditulisnya tentang pembalakan liar.

Apa yang terjadi di Aceh dan daerah lain menunjukkan, keselamatan wartawan masih menjadi masalah yang serius di Indonesia. Keselamatan wartawan ketika menjalankan tugas-tugas jurnalistik untuk memenuhi hak-hak publik atas informasi belum benar-benar terjamin dan dilindungi oleh negara. Di sisi lain, masih ada pihak-pihak yang tidak memahami nilai penting kemerdekaan pers bagi hak politik warga negara dan bagi pelembagaan demokrasi di Indonesia. Mereka juga tidak memahami proses penyelesaian yang proporsional dan beradab terkait dengan substansi pemberitaan yang dianggap merugikan. Gabungan dari dua faktor ini kemudian memicu terjadinya praktek kekerasan dan teror terhawap wartawan atau media.



Sekretariat Dewan Pers
Gedung Dewan Pers Lantai 7-8
Jl. Kebon Sirih No.32-34 Jakarta 10110
Telp.021-3521488, 3504877, 3504874-75 Faks.021-3452030
Website: www.dewanpers.or.id Email: sekretariat@dewanpers.or.id