"Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, di bentuk Dewan Pers yang independen."
(Pasal 15 UU No.40/1999 tentang Pers)

Melihat Masa Depan Media



Senin, 15 Agustus 2016

571-gfmd (1).jpg

Industri media sedang berubah cepat ketika teknologi digital  meredefinisi bidang ini. Bagi pegiat media perubahan ini menawarkan peluang menarik. Peluang bagi wartawan profesional dan jurnalis warga untuk mengembangkan diri, memperdalam kemampuan, serta menerapkan strategi dan pendekatan baru. Ini semua terjadi ketika bekerja sebagai jurnalis terlihat semakin berbahaya, dan media independen musti bertarung--dengan media pemerintah, konglomerasi media, dan media sosial---agar terus bisa bertahan.

Terkait dengan situasi tersebut, Global Forum for Media Development (GFMD) akan menyelenggarakan konferensi International keempat di Jakarta, Indonesia, pada 20 - 22 September 2016. Tema World Forum for Media Development 2016 (WFMD 2016) adalah, Decoding The Future: Rethinking Media for a New World. Forum ini diselenggarakan bekerja sama dengan Dewan Pers Indonesia bertempat di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang. Melalui forum ini peserta bisa berbagi pengalaman menarik, tukar gagasan, mengetahui teknologi baru dan hasil riset, serta saling membantu menemukan solusi guna menghadapi tantangan baru industri media (seperti meningkatkan kemampuan meliput, mengakses informasi, dan melindungi wartawan). Forum ini  sangat penting dan tepat waktu, ketika media dituntut untuk semakin berperan dalam melawan agenda kelompok radikal, untuk mempromosikan pembangunan, dan membuka akses informasi, .

Jakarta adalah tempat ideal untuk mendiskusikan trend baru. Kota yang selain menjadi simbol suksesnya transisi demokrasi, juga dikenal sangat cepat mengadopsi teknologi informasi, seperti media sosial, untuk menyuarakan hak publik dan partisipasi politik. Jakarta berada di perlintasan berbagai agama dan peradaban, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bagi perusahaan kecil dan besar dari berbagi sektor.

WFMD 2016 adalah forum bagi pegiat wartawan profesional dan pegiat media. Peluang untuk membangun jaringan, bermitra, dan melihat trend baru dalam perkembangan industri media.

Tema dan Topik Diskusi

Teknologi informasi telah membawa perkembangan positif bagi dunia media. Saat ini, publik dapat mengakses informasi berkualitas melalui telepon genggam, bahkan menyumbang berita dan gambar dalam breaking news. Wartawan investigatif kini dapat bekerja bersama secara lintas-bangsa dan lintas-platform, yang dijamin aman dari gangguan peretas dan intervensi penguasa.

Perang informasi tengah  terjadi dalam masyarakat. Ujaran kebencian, misinformasi, kabar bohong, bertarung dengan informasi penting. Kekerasan terhadap wartawan terus meningkat, dan pelakunya jarang dihukum, membuat kerja wartawan cukup berbahaya. Swa-sensor juga terus terjadi ketika media berada di bawah tekanan kekuasaan. Ini semua terjadi ketika industri media harus berjuang untuk mendapatkan model bisnis baru di era digital. Hyper-konektivitas juga memunculkan persoalan tentang privasi dan perlindungan data, konsep kerahasiaan dan kesetaraan akses informasi perlu didefinisikan ulang.

WFMD 2016 di Jakarta merupakan pasar ide-ide, tempat kita berbagi dan belajar untuk menentukan arah di lansekap industri media yang berubah. Kita diskusikan isu-isu penting melalui serangkaian agenda dari teknologi hingga rencana bisnis.
Kita juga akan mengeksplorasi perkembangan media di Asia, dari sensor media digital di China hingga  wartawan didasari konflik di Pakistan; dari dinamika media baru di Philipina hingga keriuhan media sosial di Indonesia.. Kita akan paparkan dinamika media di benua Asia.
Kita juga perdebatkan ekstremisme melalui media, pandangan radikal dengan menyalahgunakan media. Perlukan pembatasan ekspresi? Apakah pemilik media mengontrol ruang redaksi demi keuntungan finansial? Apakah kemunculan media baru juga berarti membuka kebebasan dan melepaskan ketergantungan?
Untuk menjawab sejumlah pertanyaan itu, WFMD 2016 akan mengangkat sejumlah topik:
- Asia: apa dan siapa para pemain media di Asia; pengaruh budaya lokal dan model bisnis
- Ekstrimisme: Upaya melawan narasi radikal dengan jurnalisme berkualitas; komitmen pada hak asasi manusia, etika
- Media dan Bisnis: Memahami siapa pemilik media dan bagaimana menjamin keberlangsungan jurnalisme berkualitas
- Audiens: Melihat konsumen media saat ini, kebiasaan, harapan, dan aspirasinya.
- Teknologi: Menunjukkan trend terbaru untuk memahami makna kemajuan teknologi bagi masa depan jurnalisme
WFMD 2016 juga membicarakan akse informasi, yang telah ditetapkan dalam program PBB, Sustainable Development Goals, menyangkut pentingnya koordinasi untuk menciptakan sinergi dilalap menghadapi tantangan pembangunan.



Silahkan unduh file :

Sekretariat Dewan Pers
Gedung Dewan Pers Lantai 7-8
Jl. Kebon Sirih No.32-34 Jakarta 10110
Telp.021-3521488, 3504877, 3504874-75 Faks.021-3452030
Website: www.dewanpers.or.id Email: sekretariat@dewanpers.or.id