Dewan Pers Dorong Kerja Sama Media D-8

Dewan Pers Dorong Kerja Sama Media D-8

AZERBAIJAN - Dewan Pers menilai terdapat peluang besar memperkuat kerja sama negara D-8 di bidang media dan teknologi. Penilaian itu disampaikan Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Muhammad Jazuli yang hadir dalam forum ini.

Dalam forum di Baku, Azerbaijan, Dewan Pers manila perlunya kolaborasi menghadapi dinamika informasi global. Agustaviano menyebut enam bidang prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Ada banyak hal yang mestinya bisa dikolaborasikan dengan negara-negara anggota D-8. Antara lain peningkatan kapasitas bersama di bidang jurnalisme digital, pemeriksaan fakta, dan etika media. Indonesia mendorong program pelatihan bersama agar insan pers di negara-negara D-8 mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjaga standar integritas jurnalistik”, kata Muhammad Jazuli. Jum’at (21/11/2025).

Selain itu inisiatif kolaboratif untuk menangkal disinformasi. Usulan ini mencakup pembentukan jejaring peringatan dini antarnegara serta pertukaran praktik terbaik guna merespons penyebaran informasi menyesatkan yang semakin kompleks.

Hal senada juga disampaikan Ketua Delegasi Indonesia untuk Pertemuan D-8 Media Forum, Diplomat Madya Ditjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Agustaviano Sofjan. Menurutnya penting juga adanya koproduksi konten media digital. Negara-negara D-8 dinilai memiliki peluang besar untuk menghasilkan konten bersama yang menonjolkan prioritas pembangunan, inovasi, serta warisan budaya yang dimiliki bersama.

Selain itu program literasi digital berbasis generasi muda. Indonesia menekankan pentingnya memberdayakan anak muda agar menjadi konsumen media yang kritis, bertanggung jawab, dan tahan terhadap manipulasi informasi.

“Termasuk dialog mengenai tata kelola kecerdasan buatan / AI dan teknologi baru. Kerja sama ini bertujuan memastikan adopsi teknologi secara bertanggung jawab di sektor media, termasuk dalam penggunaan AI untuk produksi konten, moderasi, dan distribusi informasi”, kata Agustaviano Sofjan.

Terakhir penguatan jejaring antarlembaga media. Indonesia mengusulkan peningkatan hubungan profesional melalui pertukaran jurnalis, kolaborasi riset, serta pembangunan platform komunikasi antar-institusi.

Indonesia menyatakan siap memajukan agenda kerja sama media saat memimpin D-8. 

“Kami menyiapkan program berwawasan ke depan dan dapat ditindaklanjuti,” katanya.

Ia menilai kolaborasi berbasis etika dan inovasi digital dapat memperkuat peran D-8. Kerja sama itu diharapkan membentuk komunitas global yang tangguh dan terhubung.(*)