Mabes Polri Perintahkan Kapolres Minta Maaf ke Awak Sumedang Ekspress

Mabes Polri Perintahkan Kapolres Minta Maaf ke Awak Sumedang Ekspress
18 April 2012 | Administrator

Jakarta ( www.detik.com) - Mabes Polri meminta maaf atas penangkapan dan pemeriksaan awak Sumedang Ekspress. Mabes Polri juga sudah memerintahkan Kapolres Sumedang AKBP Eka Satria Bhakti segera melepaskan awak Sumedang Ekspress dan meminta maaf.

"Pertama-tama saya minta maaf, saya langsung telepon Kapolres dan cek permasalahan. Kapolres minta maaflah sama rekan-rekan di Sumedang Ekspress supaya ini tidak terulang lagi. Sudah nggak ada masalah," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/4/2012).

 

Saud juga meminta agar Polres Sumedang mempelajari MoU antara Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dengan Dewan Pers. Dalam pasal 3 MoU disebut, bila ada permasalahan menyangkut jurnalis agar diinformasikan ke Dewan Pers.

"Untuk penanganan pertama, untuk mengklarifikasi apakah ini pelanggaran etika jurnalis atau pidana. Jadi jangan ambil langkah terlalu cepat," terang Saud.

Dia menjamin Polres Sumedang sudah melepaskan seluruh awak Sumedang Ekspress. "Saya bilang ke Kapolres kalau ada keberatan layangkan surat ke Dewan Pers. Sekarang sudah tidak diperiksa, kalau masih diperiksa, informasikan ke saya," tuturnya.

Kantor redaksi harian Sumedang Ekspress sore ini kosong melompong. Penyebabnya, seluruh kru redaksi mereka ditangkap polisi gara-gara menempelkan poster klipingan koran bertuliskan 'Oknum Polisi Ngamuk' di mobil karnaval.

Direktur Sumedang Ekspress Dadan Ali Sundana menerangkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi. Seluruh karyawan dan awak redaksi saat itu sedang mengikuti pawai karnaval dalam rangka hari ulang tahun Kota Sumedang, Jawa Barat.

Nah, saat karnaval tersebut, kru menempel poster koran Sumedang Ekspress yang terbit pada tanggal 4 April lalu. Kebetulan, headline koran sedang menyoroti kekerasan polisi dengan judul 'Oknum Polisi Ngamuk'.

"Poster itu dianggap sebagai hinaan. Katanya dianggap sebagai baliho, sekarang seluruh redaksi sedang di-BAP. Kantor kosong," kata Dadan saat berbincang detikcom. (ahy/ndr)

Sumber: www.detik.com / Selasa, 17/04/2012 19:56 WIB

http://news.detik.com/read/2012/04/17/195606/1894782/10/mabes-polri-perintahkan-kapolres-minta-maaf-ke-awak-sumedang-ekspress

 

 



Download