Dewan Pers : Kasus Prita Konflik Air Mata dan Mata Air

images

TEMPO Interaktif, Tangerang:  Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batu Bara menilai penahanan terhadap Prita Mulyasari karena mengirim keluhan lewat milis sangat berlebihan." Masak orang curhat antar teman hingga ditahan," katanya.

Leo mengibaratkan kasus Prita ini seperti konflik air mata dan mata air. Ibu Prita, kata dia, mewakili kelompok masyarakat kecil yang tertindas dan berurai airmata dalam menghadapi tindakan kesewenang-wenangan. Sementara pihak Rumah Sakit Omni Internasional mewakili kelompok orang kaya, punya jabatan, punya uang banyak yang dengan seenaknya menindas orang kecil.

Dewan Pers, ia melanjutkan, memberikan dukungan dan menyatakan prihatin terhadap kondisi yang dialami Prita. Apalagi ia dikenai pasal 27 ayat 3 Undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Ini insiden buruk bagi negara dan pers kita," katanya.

Hari ini, Dewan Pers mengunjungi Prita Mulyasari di Lapas Wanita Tangerang." Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap Prita," kata Leo Batu Bara.*

 

www.tempointeraktif.com / Rabu, 03 Juni 2009
By Administrator| 04 Juni 2009 | berita |