Deklarasi 100 Tokoh Menolak Pengesahan RUU Rahasia Negara

images

Saat ini DPR dan Pemerintah sedang berusaha mempercepat pengesahan UU Rahasia Negara. Dari beberapa segi, RUU Rahasia Negara memberikan ancaman terhadap pelembagaan demokrasi, good governance, kebebasan informasi dan kebebasan pers di Indonesia. Batasan kerahasiaan negara terlalu luas, tidak benar-benar terbatas untuk melindungi informasi strategis pertahanan dan keamanan, namun juga cenderung untuk melindungi rahasia birokrasi dan rahasia politik. RUU Rahasia Negara menegasikan hak publik atas informasi, hak warga negara untuk mengontrol pemerintahaan dan proses power check and balances. Bobot persoalan dalam RUU Rahasia Negara tidak seimbang dengan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan legislasinya.

Untuk menyelamatkan pelembagaan good governance di Indonesia, untuk tetap mempertahankan Indonesia sebagai salah-satu negara terdepan dalam demokratisasi di kawasan Asia, Kami masyarakat sipil:

MENOLAK PENGESAHAN UU RAHASIA NEGARA,  MENUNTUT PEMBAHASAN RUU RAHASIA NEGARA DITUNDA HINGGA PEMERINTAHAN PERIODE MENDATANG, DENGAN  BENAR-BENAR MELIBATKAN UNSUR MASYARAKAT SECARA SIGNIFIKANS DAN SUBSTANSIAL

Jakarta, 15 September 2009

1. Todung Mulya Lubis
2. Daniel Dhakidae
3. Agus Sudibyo (Yayasan SET)
4. Goenawan Mohamad
5. Ashadi Siregar (Direktur LP3Y Yogyakarta)
6. Ichlasul Amal (Ketua Dewan Pers)
7. Bambang Harymurti (Anggota Dewan Pers)
8. Andy F Noya (Kick Andy)
9. Bambang Widjojanto
10. Effendi Gazali (Koordinator Program Master Komunikasi Politik UI)
11. Toriq Hadad (Pemred Majalah Tempo)
12. Garin Nugroho (Yayasan  SET)
13. Endy Bayuni (Pemred The Jakarta Post)
14. Margiono (Ketua Umum PWI Pusat)
15. Teten Masduki (Sekretaris Umum Transparansi Internasional Indonesia)
16. M. Ridlo ‘Eisy (Anggota Dewan Redaksi Pikiran Rakyat)
17. Ifdal Kasim
18. Leo Batubara (Wakil Ketua Dewan Pers)
19. Nezar Patria (Ketua Umum AJI Indonesia)
20. Fadjroel Rachman (Ketua Pedoman Indonesia)
21. Amir Effendi Siregar (Ketua Dewan Pimpinan SPS Pusat)
22. Mas Achmad Santosa
23. Karni Ilyas (Direktur Pemberitaan dan Olahraga TV One)
24. Suryopratomo (Direktur Pemberitaan Metro TV)
25. Atmakusumah Astraatmadja (LPDS)
26. Usman Hamid (Federasi Kontras)
27. Kacung Marijan (Guru Besar Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga)
28. Yudi Latief (Pusat Studi Islam & Kenegaraan)
29. Wina Armada (Anggota Dewan Pers)
30. Agus Pambagio (Visi Anak Bangsa)
31. Imam Wahyudi (Ketua Umum IJTI)
32. Abdullah Alamudi (Anggota Dewan Pers)
33. Alois Agus Nugroho (Universitas Atmajaya)
34. Jaleswari Pramodhawardani (Peneliti LIPI)
35. Patra M. Zen (Direktur YLBHI)
36. Alamsyah Saragih (Ketua Komisi Informasi)
37. Santoso (Direktur KBR 68H)
38. Fachry Mohammad (Presiden Direktur SmartFM Network)
39. B. Herry-Priyono (Ketua Program Magister STF Driyarkara)
40. Fransiscus Budi Hardiman (Dosen STF Driyarkara)
41. Hadar Gumay (Direktur Cetro)
42. Dedy Nur Hidayat (Ketua Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi UI)
43. Saldi Isra (Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas)
44. Nirwan Arsuka
45. Indra J. Piliang (Indorating Consulting)
46. Bekti Nugroho (Sekjen IJTI)
47. Sirikit Syah (LKM Media Watch Surabaya)
48. Sumita Tobing
49. Dodi Ambardi (Dosen Fisipol UGM)
50. Tri Nugroho (Direktur Eksekutif Yayasan TIFA)
51. Moh. Toriq (Ketua Kagama Muda)
52. Andreas Harsono (Yayasan Pantau)
53. Darmaningtyas
54. Danang Widoyoko (Koordinator ICW)
55. Refli Harun (Cetro)
56. Shinta Laksmi
57. Rusdi Marpaung (Direktur Imparsial)
58. Yanuar Rizky (Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia/OPSI)
59. Ridaya Laodengkowe (Direktur Publish What You Pay-Indonesia) 
60. Mufti Makarim (Direktur Eksekutif IDSPS)
61. Firmansyah Arifin (Direktur Eksekutif KRHN)
62. Zainal Arifin Mochtar (Direktur PuKAT Korupsi UGM)
63. Heru Hendratmoko (Direktur Produksi KBR 68H)
64. Ignatius Haryanto (Direktur Eksekutif LSPP)
65. Wisnu T Hanggoro (LeSPI Semarang)
66. Lukas Ispandriarno (Dosen Komunikasi Univ. Atmajaya Yogyakarta)
67. Bejo Untung (Yayasan SET)
68. Aunul Huda (Yayasan SET)
69. Danardono (Indonesia Perliamentary Center)
70. Agus Sunaryanto (ICW)
71. Henry Subagio (ICEL)
72. Hamdani (IDSPS)
73. Al Araf (Koordinator HAM Imparsial)
74. Janto (Direktur Kippas Medan)
75. Henri AA. Rachman (Direktur Eksekutif LKi&KP Batam)
76. Makbul Halim (Elsim Makassar)
77. Lery M Mboeik (PIAR Kupang)
78. Faisal Reza (KPID Kalimantan Barat)
79. Ervin Kaffah (Somasi NTB)
80. Syamsudin (Kopel Sulsel)
81. Eko Maryadi (Aliansi Jurnalis Independen)
82. Hendrayana (LBH Pers)
83. Hendrik Rosdinar (Pattiro Semarang)
84. Patchurrahman (Pattiro Serang)
85. Oslan Purba (Federasi Kontras)
86. Fahriza (Fitra Riau)
87. Iwan Ridwan (Sekber ORI Sumut)
88. Rinto Andriono (IDEA Yogyakarta)
89. Hanif Suranto (LSPP)
90. Arif Nur Alam (Indonesian Budget Center)
91. Emerson Yuntho (ICW)
92. Adnan Topan Husodo (ICW)
93. Prayekti Murharjanti (ICEL)
94. Paulus Widiyanto (MII)
95. Kukuh Sanyoto (Leskud)
96. Elfenda (Fitra Sumut)
97. Sugiharto (LABH Riau)
98. Suryadi (YLBHI Pekanbaru)
99. Hikmat Hartono
100. Alfian (Mata Aceh)
101. Sulastio (Indonesia Paliamentary Center)
102. Amaludin (Adkasi)
103. Agus Sugandi (Garut Goverment Watch)
104. Irawan Saptono (ISAI)
105. Agung Yudha Wiranata (Elsam)
106. Ajeng Kusumaningrum (Yappika)
107. Ali Husein (KBH Riau)
108. Ribut Susanto (Yayasan Riau Mandiri)
109. Dahlan (FITRA Tuban)
110. Syaiful (Awasi APBD Cilacap)
111. Susanto Kurniawan (Jikalahari Riau)

By Administrator| 16 September 2009 | berita |