Prihatin Wartawan Bodrek

images

Semarang (Suara Merdeka) - BAMBANG Harymurti (53) prihatin dengan banyaknya wartawan bodrek. Setelah ditelusurinya, yang ikut menyuburkan wartawan ‘’abal-abal’’ itu adalah kebijakan humas pemerintah yang menyediakan dana untuk wartawan. Karena itu, ketika berada di Batam, dia usul kepada wali kota untuk menghapuskan saja dana wartawan di bagian humasnya. Usul itu dilaksanakan.

Celakanya, wali kota Batam yang kebetulan nyalon lagi, ketakutan.

‘’Tapi saya yakinkan kebijakan itu tidak berpengaruh, dan ternyata dia terpilih lagi dengan suara yang besar karena didukung para wartawan yang bener,’’ kata wakil ketua Dewan Pers itu saat berbicara dalam Lokakarya Jurnalisme Pilkada yang diselenggarakan J-Trend (Jurnalis untuk Transformasi, Edukasi, Demokrasi) di Hotel Santika Semarang, belum lama ini.

Dirut majalah Tempo ini tidak sama sekali menolak anggaran untuk wartawan. Anggaran itu penting kalau dialokasikan untuk peningkatan profesionalisme. ‘’Jangan diberikan tunai, tapi diwujudkan dalam bentuk lain, seperti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan profesional wartawan,’’ kata alumnus Universitas Harvard AS ini. (Zaini Bisri-54)

 

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/03/31/104018/Prihatin-Wartawan-Bodrek-
By Administrator| 07 April 2010 | berita |