Pers dan Disabilitas

images

Kelompok masyarakat penyandang disabilitas sama dengan anggota masyarakat umumnya memiliki hak yang sama terhadap informasi. Namun dalam prakteknya kaum difabel ini memiliki kesulitan dalam mengakses informasi terutama melalui media massa. Penyebabnya adalah kalangan pers belum sepenuhnya menyediakan sarana agar komunitas ini dapat menikmati tayangan televisi, radio, majalah dan koran sesuai dengan kemampuan mereka.

Dalam sejumlah survei bahkan di berbagai wilayah Indonesia, media massa belum sepenuhnya memberikan kemudahan bagi kelompok difabel. Oleh karena itulah, sudah saatnya pers memberikan perhatian kepada anggota masyarakat penyandang disabilitas ini. Kemudahan itu dapat dilakukan misalnya dalam acara televisi para penyandang tuna rungu dapat mengikuti informasi melalui bahasa isyarat. Demikian juga akses terhadap media cetak diperluas dengan menyediakan edisi khusus yang dapat dibaca oleh kaum tunanetra.

Tingkat perhatian terhadap komunitas difabel ini untuk akses terhadap media seharusnya sejalan dengan semakin berkembangnya kemerdekaan pers di Indonesia. Berita dan informasi dari media massa menjadi tumpuan masyarakat dalam mengetahui peristiwa di sekitarnya. Bahkan pers menjadi sebuah oase pengetahuan yang seharusnya juga dapat diakses kaum disabilitas. Dengan adanya perhatian terhadap kelompok ini maka Indonesia akan semakin dihormati karena kemerdekaan pers juga dirasakan oleh kaum difabel yang dilaporkan jumlah mencapai 24 juta jiwa.

By d3dy| 30 September 2019 | berita |