Pers Indonesia Perlu Tingkakan Mutu

Pers Indonesia Perlu Tingkakan Mutu
20 Juli 2010 | Administrator

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekerja pers di Indonesia perlu meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Pengalaman Indonesia menikmati kebebasan pers yang masih pendek -baru sekitar 12 tahun sejak reformasi tahun 1998- belum mampu mematangkan peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi Indonesia.

"Tingginya profesionalisme pekerja pers Indonesia akan menempatkan pers kita tidak hanya bermutu tapi juga dapat menempatkan pers kita di tempat yang terhormat di negeri ini," ujar Ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan saat membuka pelatihan "Journalism Training in Professionalism and Multimedia" di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (20/7/2010). Pelatihan ini diselenggarakan untuk 31 wartawan dari seluruh Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Australia.

Bagir mengungkapkan, Dewan Pers memiliki perhatian serius terhadap peningkatan mutu pekerja pers, tidak hanya menyangkut keterampilan menulis tapi yang lebih penting adalah pamahaman mengenai kode etik pers. " Di Indonesia semua orang bisa menjadi wartawan. Profesi ini tidak membutuhkan kekhususan latar belakang. Ini baik karena memang pekerjaan wartawan membutuhkan berbagai macam background pengetahuan. Oleh karena itu, penting buat kita (dewan pers) untuk merancang berbagai program pengembangan profesi," jelas Bagir.

Kompetensi dan profesioalisme pekerja pers Indonesia  menghadapi tantangan yang serius antara lain juga karena pers adalah juga industri. Pers sebagai industri tidak hanya  berpengaruh terhadap kemerdekaan pers, tapi juga kesejahteraan para pekerja pers. Jangan sampai kesejahteraan wartawan mempengaruhi kompetensi dan profesionalime kerja-kerja jurnalistiknya.

"Kita menghadapi perkembangan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik yang begitu cepat. Kalau pers tidak meningkatkan mutu maka pers akan ketinggalan menjadi penyeimbang atas perubahan yang terjadi. Dengan begitu pers tidak bisa berperan baik sebagai pilar demokrasi," terang Bagir. (Laporan wartawan KOMPAS.com Heru Margianto)

 

 

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2010/07/20/10291291/Pers.Indonesia.Perlu.Tingkakan.Mutu


Download