Kliping Dewan Pers Head

Rabu, 18 April 2012 12:03

Jakarta ( www.detik.com) - Mabes Polri meminta maaf atas penangkapan dan pemeriksaan awak Sumedang Ekspress. Mabes Polri juga sudah memerintahkan Kapolres Sumedang AKBP Eka Satria Bhakti segera melepaskan awak Sumedang Ekspress dan meminta maaf.

"Pertama-tama saya minta maaf, saya langsung telepon Kapolres dan cek permasalahan. Kapolres minta maaflah sama rekan-rekan di Sumedang Ekspress supaya ini tidak terulang lagi. Sudah nggak ada masalah," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/4/2012).

Selengkapnya...
 
Selasa, 07 Pebruari 2012 11:46

dokumen dewan persTEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pers untuk mengoptimalkan upaya pembangunan demokrasi nasional, antara lain dengan turut mengawasi pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah terkait isu politik uang.

Selengkapnya...
 
Jumat, 23 Desember 2011 11:12

vivanewsVIVAnews - Profesi jurnalis disebut-sebut sebagai salah satu profesi paling berbahaya di dunia. Tahun ini, jumlah pewarta yang terbunuh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka bahkan kerap menjadi sasaran intimidasi dan penahanan para aparat, atau pemerintahan korup.

Laporan organisasi Reporter Without Borders (RWB) yang dirilis Rabu, 21 Desember 2011, menyebutkan jumlah jurnalis tewas tahun ini di seluruh dunia mencapai 66 orang. Jumlah ini meningkat. Tahun lalu tercatat 57 orang. Jumlah wartawan tewas terbanyak berasal dari Timur Tengah, lalu benua Amerika, disusul Asia, selanjutnya Afrika dan Eropa....

Selengkapnya di vivanews.com: http://fokus.vivanews.com/news/read/274272-2011--66-wartawan-tewas-di-seluruh-dunia

 

 
Senin, 03 Oktober 2011 17:52

Liputan6.com, Makassar: Polisi diminta mengusut tuntas kasus penganiayaan dan kekerasan yang menimpa koresponden SCTV Zainuddin. Saat menjenguk Zainuddin yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini, anggota Dewan Pers Bekti Nugraha mengutuk tindakan kekerasan terhadap wartawan.

Apalagi, menurut dia, wartawan bekerja untuk publik. Jika ada sengketa mengenai berita, masyarakat diminta untuk menyelesaikannya sengketa tersebut ke Dewan Pers, bukan dengan cara tindakan kekerasan.

Selain meminta polisi menerapkan Undang-undang Pers untuk menjerat pelaku, Dewan Pers juga berharap kekerasan terhadap wartawan harus dihentikan. Sebab, hal itu bertentangan dengan kebebasan pers.

Zainuddin jadi korban penusukan, Jumat dua pekan silam. Tersangka penusuk adalah Akbar, tetangga Zainudin sendiri yang selama ini dikenal sebagai pengedar narkotik dan obat-obat berbahaya alias narkoba [baca: Koresponden SCTV di Makasar Jadi Korban Penusukan].

Namun, mukjizat Tuhan telah menyelamatkan nyawa Zainuddin karena dua tusukan badik sepanjang 30 sentimeter itu persis mengarah ke jantungnya. Diduga, pelaku memang sengaja mau menghilangkan nyawa Zainuddin.

Penikaman ini ditengarai upaya balas dendam Akbar karena pernah diberitakan oleh Zainuddin saat tertangkap aparat kepolisian terkait kasus narkoba. Akbar sendiri berhasil diciduk aparat kepolisian setelah buron selama dua hari [baca: Penikam Koresponden SCTV Ditangkap].(ANS)

Sumber: www.berita.liputan6.com / 03/10/2011 07:22

http://berita.liputan6.com/read/356142/dewan-pers-jenguk-koresponden-ltigtsctvltigt-korban-penikaman

 
Selasa, 26 Juli 2011 10:33

Penyerahan sertifikat dari Dewan Pers kepada PWIJakarta (ANTARA News) - Dewan Pers memutuskan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menjadi Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan setelah lulus menjalani serangkaian verifikasi, kata Ketua Tim Verifikasi Dewan Pers, Wina Armada Sukardi.

Selengkapnya...
 

Page 1 of 5

<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
Anda di :   HomeKegiatanKliping
  
  
Follow Me Dewan Pers

PUBLIKASI

Info Dewan Pers